Direkt zum Hauptbereich

Selaksa Peristiwa


Genggam erat tangan kecil penuh luka
Angkatkan dagu tipis penuh sesak menahan gertakan mulut
kecup prihatin dari intan putih berharga duniawi
Torehkan segaris kehangatan pelukan teduh
pada
sekuntum bunga di ujung tanduk kematian
pada
beberapa tangkai batangnya yang keriput lusuh dan kaku
pada
satu ratu akar kehidupannya yang haus tangan-tangan pekebun sejati
Rasakan dangkal hingga dalamnya bisik angin penghantar kutub di telapak
Arahkan tujuan bola hitam mata pada satu titik bekas paku yang tertancap gagah tiada bersalah
'Pabila tak ada satupun yang bisa kau perbuat dengan mata ikhlas terbesarmu
Coba sedikit saja, cucurkan keringat semangat hidup 
baru ke atas rambut hitamnya yang gersang...
atau pada
tanah kering tempat ia dulu berbunga manja di antara benalu
Apa?
kau enggan?
Oh taruhlah kedua lengan kekarmu ke atas batu karang
betapa licin dan enggan pula ganggang hijau dan kawanannya membiarkanmu menekan induk mereka
barangkali angkat dahulu isi denotasi dirimu ke atas tampian meja operasi
temukan sedikit saja butir-butir sel yang seharusnya kau paksa berkembang untuk, orang lain
hingga pernyataan klasik tertuju pada sanubarimu dan habitatmu bahwa, kau dan mereka..
Layaknya matahari memuji bintang dan bintang mengagumi mentari
Sudahlah raja...








Kommentare

Beliebte Posts aus diesem Blog

When you choose to love.

When you choose to love is when you dare to forget yourself. When you choose to love, you are opening the door to your heart and giving that person great access to you. You get a sense of belonging and being filled, you let him look at the walls of your heart's chamber, get to know your heart package. He examines what your heart needs. He studies every scratch and wound of the past, your fears and comfort zones now, and your dreams and hopes for the future. He sees you. When the observation stage is complete... it is when he is used to dwelling in your heart. He gently touches the part of your heart that might be clearing up the trash and old glass. He made a container made of white gold that ensures your heart's happiness. You're touched. Your heart is satisfied. You are addicted and depend very much on his work. You think that then he already knows you well. Slowly you sow the seeds of your dependence on his presence. Without you knowing it, his presence is like a sharp k...

ARE WE THE WORLD?

We..are..the..world .. Yesterday afternoon (31.07.) while I was still working, I saw a crowd of police and medical officers form a circle formation. They were examining a man who lay pale unconscious. As I could see more clearly, I recognized the man's face perfectly. He often begs and sells newspapers around the station. I do not know what happened so he must be rushed by the officers. Is it maybe because he has not eaten .. or die of thirst .. I do not know.  In the evening as usual all the leftovers should be thrown away. In the midst of the crust cleared up all the equipment, my co-worker said suddenly 'it's a pity this food every day should be thrown away. Many people are starving. God is not fair'. I was shocked, and the timing was very unsuitable to respond to his statement because he was in a hurry. Yes, the world has been destroyed since the sin of man to His God. The rich get richer, the poor become poorer, oppression, deprivation of human rights...

25=2920 Hari.

Satu sudut di stasiun utama kota Hamburg, menjadi tempatku sementara ini untuk mengais rejeki demi melanjutkan sekolah.  Satu sudut cafe yang menjual berbagai jenis kopi dan juga makanan untuk sarapan, makan siang, dan juga roti untuk makan malam.  Sudut yang ramah untuk jadi tempat menyapa segala jenis wajah dan menikmati keletihan.  Minggu-minggu terakhir diusiaku yang kedua puluh empat dilalui di sudut ini.  Suatu malam yang ramai dan dingin, aku menyapa seorang kakek yang menghampiri cafe kami. Wajahnya terlihat lelah. Samar-samar aku mengingat raut mukanya dan suaranya yang begitu pelan. Kedua kakinya disanggah dengan tongkat khusus manula untuk membantunya berjalan.  M: „Hallo, bitte schön der Herr, was möchten Sie gerne?“ (Hallo silahkan Pak, ingin memesan apa?) H: „Ich hätte gern ein schwarzes Brot, das da.“ (Saya mau roti schwarz* yang itu tolong) „Meinen Sie das?“ (Yang ini maksud Anda?) „Ja genau“ (Iya betul) „Zum hier essen od...